Cara Cek HS Code Barang Sebelum Import dari China

Cara Cek HS Code

Sebelum membeli atau mengirim barang dari China, sebaiknya Anda mengetahui HS Code produk terlebih dahulu. Kode ini membantu Anda mengecek tarif, ketentuan larangan dan pembatasan, serta persyaratan yang mungkin berlaku ketika barang masuk ke Indonesia.

Namun, menentukan HS Code tidak cukup dengan menebak berdasarkan nama produk. Barang yang terlihat serupa dapat masuk ke klasifikasi berbeda karena memiliki fungsi, bahan, komposisi, atau spesifikasi yang tidak sama.

Karena itu, lakukan pengecekan sejak sebelum barang berangkat. Berikut langkah yang dapat Anda lakukan.

 

Siapkan Informasi Barang Secara Lengkap

Sebelum mencari HS Code, pahami terlebih dahulu produk yang ingin Anda import.

Jangan hanya menggunakan nama seperti “mesin”, “lampu”, “spare part”, atau “aksesoris”. Istilah tersebut terlalu umum untuk menentukan klasifikasi yang tepat.

Sebaliknya, kumpulkan informasi seperti:

  • nama dan jenis barang;
  • fungsi utama;
  • bahan atau material;
  • komposisi;
  • cara kerja;
  • spesifikasi teknis;
  • ukuran atau kapasitas;
  • serta penggunaan akhir produk.

Untuk barang tertentu, Anda juga dapat meminta katalog, foto, datasheet, atau spesifikasi teknis dari supplier China.

Informasi tersebut akan membantu Anda mempersempit kemungkinan klasifikasi barang.

 

Cek HS Code Melalui BTKI

Untuk barang yang masuk atau keluar Indonesia, salah satu referensi utama yang perlu Anda gunakan adalah Buku Tarif Kepabeanan Indonesia atau BTKI.

BTKI memuat sistem klasifikasi barang yang digunakan dalam kegiatan ekspor dan impor Indonesia. Di dalamnya terdapat kode pos tarif dan uraian barang yang disusun berdasarkan Harmonized System dan ASEAN Harmonised Tariff Nomenclature.

Anda dapat mengakses informasi BTKI melalui situs resmi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Saat melakukan pencarian, mulailah dari karakter utama produk. Perhatikan bahan, fungsi, serta kelompok barangnya. Setelah itu, cocokkan produk dengan uraian yang terdapat dalam klasifikasi.

Jangan langsung memilih hasil pertama hanya karena namanya terlihat mirip. Baca uraian barang dan kelompok klasifikasinya secara menyeluruh.

 

Pahami Struktur Kode HS Saat Melakukan Pencarian

HS menggunakan struktur kode yang tersusun secara bertingkat.

Pada tingkat internasional, Harmonized System menggunakan kode hingga enam digit. Sementara itu, negara-negara ASEAN menggunakan AHTN sampai delapan digit. Indonesia menerapkan struktur tersebut dalam BTKI.

Secara sederhana, susunannya dapat dipahami sebagai berikut:

  • 2 digit pertama menunjukkan bab atau kelompok besar barang.
  • 4 digit pertama menunjukkan heading yang mempersempit kelompok produk.
  • 6 digit pertama menunjukkan subheading dalam sistem HS internasional.
  • Selanutnya, struktur hingga 8 digit memberikan klasifikasi yang lebih spesifik dalam AHTN.

Karena susunannya bertingkat, jangan hanya melihat beberapa digit awal. Anda perlu membaca sampai uraian yang paling sesuai dengan produk.

 

Gunakan INSW untuk Mengecek HS Code dan Ketentuan Import

Setelah menemukan kemungkinan HS Code, lanjutkan pengecekan melalui Indonesia National Single Window atau INSW.

Melalui layanan Indonesia National Trade Repository atau INTR, pelaku usaha dapat menelusuri informasi tentang HS Code, komoditas, tarif, preferential tariff, kebijakan ekspor-impor, serta ketentuan larangan dan pembatasan.

Langkah dasarnya cukup sederhana.

Buka portal INSW, kemudian masuk ke layanan INTR. Setelah itu, masukkan kode HS atau uraian barang yang ingin Anda cari.

Jika kode yang Anda gunakan sesuai, sistem akan menampilkan informasi terkait produk tersebut. Selanjutnya, buka bagian detail untuk melihat ketentuan yang berlaku.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai juga menjelaskan bahwa melalui INTR, pengguna dapat melihat informasi seperti tarif MFN, tarif preferensi, regulasi impor, regulasi ekspor, serta kondisi khusus yang berkaitan dengan barang.

 

Cek Apakah Barang Terkena Lartas

Menemukan HS Code belum berarti proses pengecekan selesai.

Selanjutnya, periksa apakah produk tersebut masuk kategori larangan dan pembatasan atau lartas.

Barang yang terkena lartas dapat membutuhkan izin, sertifikat, laporan, rekomendasi, atau persyaratan lain dari kementerian dan lembaga terkait sebelum dapat diimport.

Melalui INSW, Anda dapat memasukkan HS Code lalu membuka bagian regulasi impor untuk melihat ketentuan yang terkait dengan kode tersebut.

Langkah ini sangat penting sebelum membeli barang dalam jumlah besar dari China.

Jika Anda baru mengetahui adanya persyaratan setelah barang tiba, proses pengeluaran barang dapat menjadi lebih rumit.

Karena itu, urutannya sebaiknya:

identifikasi barang → cari HS Code → cek lartas → cek persyaratan → baru rencanakan pengiriman.

 

Periksa Tarif Bea Masuk yang Berlaku

HS Code juga membantu Anda mengetahui tarif yang terkait dengan suatu barang.

BTKI menjadi salah satu acuan untuk penetapan tarif bea masuk umum atau Most Favoured Nation (MFN). Selain itu, klasifikasi barang juga berkaitan dengan tarif preferensi dalam skema perjanjian perdagangan tertentu serta pajak dalam rangka impor.

Karena barang berasal dari China, Anda mungkin juga menemukan informasi mengenai tarif preferensi yang berkaitan dengan perjanjian perdagangan Indonesia dengan negara asal.

Namun, jangan langsung menggunakan tarif yang paling rendah dalam perhitungan biaya.

Penggunaan tarif preferensi tetap harus memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk persyaratan asal barang dan dokumen pendukung jika diwajibkan.

Oleh karena itu, gunakan HS Code sebagai dasar pengecekan, kemudian pastikan skema tarif yang benar-benar dapat digunakan untuk transaksi Anda.

 

Perhatikan Update Tarif pada 2026

Jika Anda pernah mengimport produk yang sama sebelumnya, jangan otomatis memakai tarif lama sebagai dasar perhitungan.

Pada 2026, pemerintah menerbitkan PMK Nomor 50 Tahun 2026 sebagai perubahan ketiga atas PMK Nomor 26/PMK.010/2022 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor.

Aturan tersebut mulai berlaku pada 28 Juli 2026.

Karena itu, pengecekan sebaiknya menggunakan ketentuan yang berlaku ketika Anda akan melakukan import.

Cara ini akan membantu Anda membuat estimasi biaya berdasarkan informasi terbaru, bukan hanya mengacu pada pengalaman pengiriman sebelumnya.

 

Jangan Langsung Menggunakan HS Code dari Supplier China

Supplier China sering kali dapat memberikan HS Code produk. Informasi tersebut berguna sebagai referensi awal, tetapi sebaiknya jangan langsung menggunakannya tanpa pengecekan.

Alasannya, Harmonized System memang menggunakan enam digit yang berlaku secara internasional, tetapi setiap kawasan dapat mengembangkan klasifikasi lebih lanjut. Indonesia menggunakan struktur AHTN sampai delapan digit melalui BTKI.

Selain itu, supplier mungkin menggunakan klasifikasi berdasarkan informasi yang mereka gunakan untuk proses ekspor dari China.

Sementara itu, Anda perlu memastikan kode tersebut sesuai dengan spesifikasi barang dan sistem klasifikasi yang digunakan Indonesia.

Jadi, jika supplier memberi Anda sebuah HS Code, lakukan pengecekan kembali melalui BTKI dan INSW.

 

Bagaimana Jika Muncul Beberapa Kemungkinan HS Code?

Dalam beberapa kasus, pencarian berdasarkan nama produk dapat menghasilkan beberapa kode yang terlihat sesuai.

Kondisi tersebut cukup wajar, terutama untuk mesin, komponen, bahan kimia, produk elektronik, atau barang dengan fungsi khusus.

Jika menemukan beberapa kemungkinan, jangan memilih kode hanya berdasarkan tarif bea masuk yang paling rendah.

Kembali periksa karakter barang secara lebih detail. Cocokkan fungsi utama, bahan, spesifikasi, cara kerja, dan penggunaan akhirnya dengan uraian klasifikasi.

Selain uraian barang, proses klasifikasi HS juga menggunakan Ketentuan Umum untuk Menginterpretasi Harmonized System (KUMHS), Catatan Bagian, Catatan Bab, dan Catatan Subpos.

Untuk produk yang sulit diklasifikasikan, Anda dapat mencari bantuan atau konsultasi klasifikasi agar tidak hanya mengandalkan perkiraan.

 

Contoh Sederhana Mengecek HS Code Barang dari China

Misalnya, Anda ingin mengimpor sebuah mesin dari China.

Jangan langsung mencari HS Code dengan kata kunci “mesin”. Pertama, cari tahu mesin tersebut digunakan untuk apa.

Apakah mesin digunakan untuk mengemas produk, memotong material, mencetak, mengolah makanan, atau menjalankan fungsi lainnya?

Kemudian, periksa cara kerja, kapasitas, komponen utama, dan spesifikasi teknisnya.

Setelah mendapatkan informasi yang cukup, cari kelompok barang yang sesuai di BTKI. Selanjutnya, cocokkan uraian sampai menemukan klasifikasi yang paling mendekati karakter produk.

Setelah memperoleh kode, masukkan kode tersebut ke INSW untuk mengecek tarif dan regulasi impor.

Dengan langkah tersebut, Anda menggunakan spesifikasi barang sebagai dasar klasifikasi, bukan hanya nama produk dari supplier.

 

Apa yang Perlu Dicek Setelah Menemukan HS Code?

Setelah menemukan kode yang sesuai, jangan berhenti pada nomor klasifikasi.

Gunakan kode tersebut untuk memeriksa:

  • tarif bea masuk;
  • pajak dalam rangka impor yang relevan;
  • status lartas;
  • regulasi impor;
  • izin atau dokumen yang dibutuhkan;
  • serta kemungkinan ketentuan teknis dari kementerian atau lembaga terkait.

Dengan demikian, Anda dapat mengetahui kebutuhan import sebelum barang meninggalkan China.

Pengecekan sejak awal juga membantu Anda menghitung biaya dengan lebih baik dan menentukan apakah produk tersebut layak untuk diimport.

 

Cek HS Code Sebelum Membeli dan Mengirim Barang dari China

HS Code sebaiknya Anda periksa sejak tahap perencanaan import, bukan setelah barang tiba di Indonesia.

Mulailah dengan mengumpulkan informasi produk secara lengkap. Setelah itu, gunakan BTKI untuk mencari klasifikasi dan INSW untuk memeriksa tarif serta ketentuan import yang berkaitan dengan kode tersebut.

Jika supplier China memberikan HS Code, gunakan informasi itu sebagai referensi awal dan tetap cocokkan dengan sistem yang berlaku di Indonesia.

Terakhir, pastikan Anda juga mengecek status lartas. HS Code yang sudah benar belum tentu berarti barang dapat langsung masuk tanpa persyaratan tambahan.

Dengan melakukan pengecekan sebelum transaksi dan pengiriman, Anda dapat merencanakan proses import dengan informasi yang lebih lengkap serta mengurangi risiko masalah akibat salah klasifikasi atau persyaratan yang belum dipenuhi.

 

Baca Juga : Apa Itu HS Code? Kapan Digunakan dalam Import Barang

 

Rencanakan Pengiriman Barang dari China Bersama Blastindo Cargo

Setelah mengetahui jenis barang dan kebutuhan pengirimannya, langkah berikutnya adalah merencanakan proses pengiriman dari China ke Indonesia.

Jika Anda membutuhkan jasa forwarder China, Blastindo Cargo dapat menjadi pilihan untuk membantu kebutuhan pengiriman Anda.

Sebelum berkonsultasi, siapkan informasi produk secara lengkap, mulai dari nama barang, spesifikasi, jumlah, berat atau volume, lokasi supplier di China, hingga tujuan pengiriman di Indonesia.

Dengan informasi tersebut, proses perencanaan pengiriman dapat berjalan lebih terarah.

Konsultasikan kebutuhan pengiriman barang dari China ke Indonesia bersama Blastindo Cargo dan persiapkan pengiriman sejak sebelum barang berangkat.

Siap Mengimpor dengan Mudah dan Efisien?

Jadikan Impor Anda Lebih Mudah Bersama Blastindo Cargo

Bergabunglah dengan kami dan temukan cara termudah untuk Impor secara efisien!

Scroll to Top
Admin 1 Admin 2