Table of Contents
ToggleSaat import barang dari China, Anda tidak hanya perlu memperhatikan harga produk dan biaya pengiriman. Beberapa jenis barang juga memiliki ketentuan khusus sebelum dapat masuk ke Indonesia.
Dalam proses tersebut, Anda akan menemukan istilah barang lartas. Memahami status ini sejak awal membantu Anda mengetahui apakah produk membutuhkan izin atau dokumen tambahan sebelum dikirim.
Apa Itu Barang Lartas?
Lartas merupakan singkatan dari larangan dan/atau pembatasan. Istilah ini digunakan untuk barang yang kegiatan impor atau ekspornya mendapat larangan atau pembatasan berdasarkan ketentuan pemerintah.
Namun, barang lartas tidak selalu berarti barang tersebut tidak boleh masuk ke Indonesia.
Barang yang masuk kategori larangan tidak dapat diimport apabila peraturan melarang pemasukan produk tersebut. Sementara itu, barang yang masuk kategori pembatasan masih dapat diimport selama importir memenuhi ketentuan yang berlaku.
Bea Cukai menjelaskan bahwa barang impor yang terkena larangan atau pembatasan hanya dapat dikeluarkan setelah importir memenuhi persyaratan dari instansi terkait.
Kapan Anda Biasanya Menemukan Status Lartas?
Status lartas biasanya muncul ketika Anda mulai memeriksa ketentuan suatu produk.
Misalnya, Anda menemukan informasi tersebut saat mengecek HS Code, mencari persyaratan impor, menyiapkan dokumen kepabeanan, atau memeriksa regulasi yang berkaitan dengan barang.
Dalam kondisi lain, Anda mungkin baru mengetahuinya ketika pihak terkait meminta izin atau dokumen tertentu untuk produk yang akan dikirim.
Karena itu, sebaiknya status barang sudah diketahui sebelum supplier mengirim produk dari China.
Mengapa Pemerintah Menetapkan Barang Lartas?
Pemerintah menerapkan larangan dan pembatasan karena tidak semua barang dapat diperdagangkan tanpa pengawasan.
Beberapa aturan bertujuan melindungi keamanan nasional dan kepentingan umum. Selain itu, pemerintah juga dapat menerapkan pembatasan untuk menjaga kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, lingkungan, serta kepentingan perdagangan dan industri dalam negeri.
Karena setiap produk memiliki risiko dan karakteristik berbeda, ketentuannya juga tidak selalu sama.
Produk konsumsi, misalnya, dapat memiliki persyaratan yang berbeda dengan mesin industri atau bahan kimia.
Apa Hubungan Barang Lartas dengan HS Code?
HS Code membantu mengelompokkan barang berdasarkan klasifikasinya. Setelah mengetahui kode tersebut, importir dapat menggunakannya untuk menelusuri aturan yang berkaitan dengan produk.
Namun, HS Code bukan satu-satunya informasi yang menentukan status lartas.
Bea Cukai menjelaskan bahwa HS Code berfungsi sebagai instrumen administrasi pengawasan lartas. Dalam proses penelitian, pihak terkait juga melihat uraian barang, jumlah, jenis produk, serta dokumen yang dipersyaratkan.
Artinya, Anda tetap perlu memastikan bahwa kode yang digunakan benar-benar sesuai dengan karakter barang.
Sebagai contoh, dua produk yang memiliki nama umum sama belum tentu masuk ke klasifikasi atau ketentuan yang sama jika fungsi, bahan, atau spesifikasinya berbeda.
Karena itu, prosesnya sebaiknya dimulai dari memahami produk, menentukan HS Code, lalu mengecek ketentuan lartasnya.
Baca Juga : Apa Itu HS Code? Pengertian, Fungsi, dan Kapan Digunakan dalam Import Barang
Barang Apa Saja yang Bisa Terkena Lartas?
Tidak ada satu aturan sederhana yang menyatakan bahwa seluruh produk dalam kategori tertentu selalu terkena lartas.
Namun, beberapa kelompok barang memang perlu mendapat perhatian lebih karena dapat memiliki persyaratan khusus.
Contohnya mencakup beberapa jenis:
- makanan dan minuman;
- obat serta produk kesehatan;
- kosmetik;
- bahan kimia tertentu;
- produk pertanian;
- hewan dan produk turunannya;
- elektronik tertentu;
- besi dan baja;
- mesin atau peralatan tertentu;
- produk dengan standar teknis atau keselamatan khusus.
Daftar tersebut bukan berarti seluruh produk di dalamnya otomatis menjadi barang lartas. Status sebenarnya tetap perlu diperiksa berdasarkan HS Code, spesifikasi, serta regulasi yang berlaku.
Bagaimana Mengetahui Barang Termasuk Lartas atau Tidak?
Cara paling aman adalah melakukan pengecekan melalui sumber resmi sebelum barang dikirim.
Pertama, siapkan informasi produk secara lengkap. Anda sebaiknya mengetahui nama barang, fungsi, bahan, spesifikasi, komposisi, serta penggunaan akhirnya.
Selanjutnya, tentukan HS Code yang sesuai.
Setelah itu, Anda dapat mengecek ketentuan melalui portal Indonesia National Single Window atau INSW, khususnya layanan INTR. Bea Cukai menyebut portal tersebut sebagai referensi untuk melihat ketentuan barang yang dilarang atau dibatasi serta dokumen pemenuhannya.
Jika sistem menunjukkan adanya regulasi impor, periksa instansi yang mengaturnya dan baca persyaratannya secara lengkap.
Jangan hanya mengandalkan informasi supplier China. Supplier mungkin memahami ketentuan untuk mengirim barang keluar dari China, tetapi belum tentu mengetahui seluruh persyaratan ketika produk masuk ke Indonesia.
Dokumen Apa yang Dibutuhkan untuk Barang Lartas?
Dokumen yang diperlukan bergantung pada jenis barang dan regulasi yang mengaturnya.
Dalam kondisi tertentu, importir dapat membutuhkan dokumen seperti:
- Persetujuan Impor;
- Laporan Surveyor;
- sertifikat tertentu;
- rekomendasi teknis;
- dokumen karantina;
- izin dari kementerian atau lembaga terkait.
Namun, tidak semua barang membutuhkan seluruh dokumen tersebut.
Karena itu, jangan menggunakan daftar dokumen dari produk lain sebagai acuan utama. Periksa persyaratan berdasarkan HS Code dan aturan yang berlaku untuk barang Anda sendiri.
Apa yang Terjadi Jika Barang Sudah Dikirim tetapi Ternyata Termasuk Lartas?
Masalah dapat muncul jika barang sudah tiba sementara persyaratan belum terpenuhi.
Barang yang terkena pembatasan baru dapat dikeluarkan setelah importir memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan. Akibatnya, proses pengeluaran barang dapat tertunda apabila dokumen yang dibutuhkan belum tersedia.
Dalam kondisi tertentu, importir mungkin perlu melakukan penyelesaian tambahan sesuai aturan.
Bea Cukai menjelaskan bahwa barang lartas yang tidak memenuhi persyaratan dapat menghadapi penyelesaian seperti diekspor kembali atau dimusnahkan di bawah pengawasan pejabat Bea dan Cukai sesuai ketentuan yang berlaku. Barang yang tidak diberitahukan atau diberitahukan secara tidak benar juga dapat memiliki konsekuensi kepabeanan tersendiri.
Karena itu, pengecekan sebelum pengiriman jauh lebih baik daripada baru mencari tahu setelah barang tiba di Indonesia.
Apakah Pengecekan Lartas Penting untuk Import dari China?
Ya. Pengecekan lartas sebaiknya menjadi salah satu langkah sebelum Anda menyelesaikan pembelian dan mengatur pengiriman dari China.
Barang yang dapat dikirim oleh supplier belum tentu dapat langsung masuk ke Indonesia tanpa persyaratan tambahan.
Selain itu, aturan dapat berubah. Pengalaman mengimport produk yang sama beberapa waktu lalu belum tentu cukup untuk memastikan ketentuannya tetap sama.
Bea Cukai sendiri menyarankan importir memahami barang dan memenuhi ketentuan lartas sebelum proses pengiriman atau pengapalan dilakukan.
Perhatikan Juga Perubahan Regulasi Import 2026
Pada 2026, pemerintah kembali memperbarui kebijakan impor melalui Permendag Nomor 18 Tahun 2026, yang mengubah Permendag Nomor 16 Tahun 2025 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.
Permendag tersebut diundangkan pada 4 Juni 2026 dan antara lain menyempurnakan mekanisme perizinan, layanan administrasi, integrasi sistem elektronik, serta pengawasan kegiatan impor.
Selain itu, pemerintah menetapkan KMK Nomor 40/MK/BC/2026 mengenai barang yang dibatasi untuk diimpor berdasarkan kebijakan terbaru tersebut. Aturan ini mulai berlaku pada 4 Juli 2026.
Perubahan tersebut menjadi alasan tambahan untuk selalu mengecek ketentuan terbaru sebelum barang dikirim, terutama jika Anda mengandalkan informasi dari pengiriman sebelumnya.
Rencanakan Pengiriman dari China Bersama Blastindo Cargo
Sebelum mengirim barang dari China, pastikan Anda sudah memahami jenis dan spesifikasi produk yang akan masuk ke Indonesia.
Siapkan informasi seperti nama barang, fungsi, bahan, jumlah, berat atau volume, lokasi supplier, serta tujuan pengiriman. Detail tersebut membantu Anda merencanakan proses pengiriman dengan lebih terarah.
Jika Anda membutuhkan jasa forwarder China, Anda dapat mempertimbangkan Blastindo Cargo untuk kebutuhan pengiriman barang dari China ke Indonesia.
Dengan mempersiapkan informasi barang sejak awal, Anda dapat memahami kebutuhan pengiriman sebelum produk meninggalkan negara asal.
Konsultasikan kebutuhan pengiriman dari China bersama Blastindo Cargo dan rencanakan prosesnya sejak sebelum barang berangkat.



