Table of Contents
ToggleSaat membeli barang dari China, banyak importir hanya fokus pada harga produk. Mereka membandingkan harga antar supplier, mencari minimum order yang rendah, lalu memilih barang dengan margin yang terlihat paling menarik.
Namun, setelah barang siap dikirim, muncul biaya lain yang sering membuat perhitungan modal berubah. Biaya tersebut berasal dari volume kemasan.
Dalam pengiriman laut, terutama melalui sistem LCL container, supplier tidak hanya menentukan biaya Anda lewat berat barang. Ukuran kardus, bentuk kemasan, ruang kosong di dalam paket, dan cara supplier menata produk juga ikut mempengaruhi total CBM.
Barang yang ringan belum tentu murah dikirim. Sebaliknya, produk dengan harga murah bisa menjadi mahal ketika supplier mengemasnya dalam kardus besar yang penuh rongga udara.
Karena itu, importir perlu memperhatikan bentuk packaging sejak awal. Jangan menunggu barang tiba di gudang China baru menyesal karena volumenya terlalu besar.
Mengapa Bentuk Kemasan Sangat Berpengaruh pada Biaya LCL Container?
LCL container merupakan metode pengiriman laut untuk barang yang belum memenuhi kapasitas satu kontainer penuh. Dalam sistem ini, barang Anda berbagi ruang dengan kiriman milik importir lain.
Biaya pengiriman biasanya mengikuti volume barang dalam satuan CBM atau cubic meter. Semakin besar ruang yang dipakai barang Anda, semakin besar pula biaya kirim yang perlu disiapkan.
Masalahnya, supplier sering memakai kemasan standar dari pabrik. Mereka tidak selalu menghitung apakah kardus tersebut efisien untuk pengiriman internasional. Supplier hanya ingin produk aman saat dikirim dari gudang mereka ke gudang pembeli atau forwarder.
Contohnya, produk berukuran kecil bisa dimasukkan ke dalam kardus besar dengan banyak bubble wrap dan rongga udara. Dari sisi keamanan, cara ini terlihat aman. Namun, dari sisi biaya CBM, importir bisa membayar ruang kosong yang sebenarnya tidak menghasilkan nilai jual.
Karena itu, Anda perlu meminta supplier menata barang dengan lebih efisien sejak awal.
Pahami Dulu Perbedaan Berat Barang dan Volume Barang
Sebelum membahas bentuk kemasan, Anda perlu memahami satu hal penting. Dalam pengiriman LCL container, ukuran kardus sering memiliki pengaruh besar terhadap biaya pengiriman.
Misalnya, Anda membeli produk seberat 20 kilogram. Berat tersebut mungkin terlihat ringan. Namun, apabila supplier memasukkan produk ke dalam kardus besar berukuran 80 x 60 x 60 cm, volume barang menjadi cukup besar.
Sebaliknya, produk seberat 40 kilogram bisa saja lebih hemat dikirim jika supplier menyusunnya dengan rapi dalam kardus padat dan tidak menyisakan banyak ruang kosong.
Karena itu, jangan hanya menanyakan berat produk. Mintalah supplier memberikan informasi berikut:
- Ukuran kardus setelah packing
- Jumlah karton untuk seluruh pesanan
- Berat kotor atau gross weight
- Berat bersih atau net weight
- Foto packaging sebelum dikirim
- Cara produk disusun di dalam kardus
Data tersebut membantu Anda memperkirakan kebutuhan CBM sebelum melakukan pembayaran penuh.
Hindari Kardus Terlalu Besar dengan Banyak Rongga Udara
Salah satu penyebab biaya volumetrik membengkak adalah penggunaan kardus yang terlalu besar.
Supplier kadang memakai kardus besar untuk barang kecil agar proses packing lebih cepat. Mereka memasukkan produk, menambahkan bubble wrap, lalu menutup kardus tanpa memikirkan efisiensi volume.
Untuk pembelian dalam jumlah kecil, cara ini mungkin tidak terlalu terasa. Namun, ketika Anda membeli dari beberapa supplier dan menggabungkan semua paket dalam satu pengiriman, ruang kosong dari setiap kardus dapat menumpuk menjadi volume besar.
Karena itu, Anda perlu meminta supplier memakai karton yang sesuai dengan ukuran produk.
Anda dapat mengirim pesan sederhana seperti ini: “Please use the smallest safe carton size. Kindly reduce empty space inside the box and make the packaging compact for sea shipping.”
Pesan tersebut memberi tahu supplier bahwa Anda membutuhkan kemasan aman, tetapi tetap padat dan tidak boros ruang.
Pilih Bentuk Kemasan Kotak agar Lebih Mudah Ditata
Bentuk packaging juga mempengaruhi efisiensi ruang dalam pengiriman LCL container.
Barang berbentuk kotak atau persegi panjang biasanya lebih mudah ditata. Kardus kotak dapat disusun rapat di gudang, di dalam palet, maupun saat dimasukkan ke kontainer.
Sebaliknya, produk dengan kemasan bulat, tabung besar, atau bentuk tidak beraturan sering menyisakan celah saat ditumpuk. Celah tersebut membuat volume pengiriman menjadi kurang efisien.
Produk seperti ember, kursi plastik, pot bunga, helm, barang dekorasi, atau peralatan rumah tangga berbentuk bulat sering membutuhkan strategi packing khusus.
Jika produk tidak bisa ditumpuk, Anda dapat meminta supplier menggunakan kemasan luar berbentuk kotak agar lebih mudah disusun saat proses konsolidasi.
Tanyakan Apakah Produk Bisa Dibongkar atau Dikemas Knock Down
Produk berukuran besar tidak selalu harus dikirim dalam kondisi sudah dirakit.
Meja lipat, rak besi, kursi, lemari kecil, stroller, peralatan rumah tangga, dan beberapa produk dekorasi sering tersedia dalam bentuk knock down. Artinya, supplier dapat membongkar produk menjadi beberapa bagian sebelum mengemasnya.
Kemasan knock down biasanya lebih hemat volume karena supplier dapat menyusun komponen secara datar dan rapat di dalam kardus.
Sebelum membeli, tanyakan apakah supplier menyediakan pilihan flat packing atau knock down packing. Pastikan juga Anda meminta panduan perakitan agar barang tetap mudah dipasang setelah sampai di Indonesia.
Minta Supplier Menggunakan Master Carton
Untuk produk kecil, supplier terkadang mengirim barang dalam banyak paket kecil. Cara ini membuat jumlah kardus meningkat dan menyulitkan proses konsolidasi.
Agar lebih efisien, mintalah supplier menggabungkan paket kecil ke dalam master carton.
Master carton adalah kardus luar yang menampung beberapa kemasan kecil sekaligus. Supplier dapat menyusun produk dalam jumlah lebih banyak ke dalam satu karton besar dengan ukuran yang tetap proporsional.
Cara ini cocok untuk produk seperti aksesori, kosmetik, stationery, alat dapur kecil, mainan, fashion item, sparepart, dan perlengkapan rumah tangga.
Namun, jangan hanya meminta supplier memakai kardus besar. Pastikan mereka tetap mengisi ruang kosong dengan material pelindung secukupnya agar barang tidak bergerak terlalu banyak saat dikirim.
Tujuannya bukan membuat kardus menjadi besar, tetapi membuat isi di dalamnya lebih padat, aman, dan mudah ditata.
Gunakan Inner Box Secukupnya
Beberapa produk menggunakan kemasan individual atau inner box untuk menjaga tampilan produk. Hal ini umum pada kosmetik, elektronik kecil, botol, peralatan rumah tangga, mainan, dan gift set.
Inner box memang membantu menjaga produk tetap rapi. Namun, terlalu banyak lapisan kemasan dapat membuat volume barang membengkak.
Anda perlu menyesuaikan kebutuhan kemasan dengan tujuan pembelian.
Jika Anda membeli barang untuk dijual kembali dengan kemasan retail, inner box mungkin tetap penting. Namun, jika Anda membeli produk untuk kebutuhan proyek, produksi ulang, atau penggunaan internal, Anda bisa meminta supplier mengurangi lapisan kemasan yang tidak diperlukan.
Contohnya, Anda dapat meminta supplier tidak menggunakan box individual yang terlalu tebal, tidak menambahkan filler berlebihan, atau mengganti kemasan retail besar dengan polybag yang lebih ringkas.
Tetap pastikan perubahan packaging tidak merusak tampilan produk atau menurunkan nilai jualnya.
Jangan Terlalu Mengejar Kemasan Kecil sampai Barang Rusak
Menghemat CBM memang penting, tetapi jangan sampai kemasan terlalu tipis dan membuat barang rusak di perjalanan.
Produk pecah belah, elektronik, cairan, keramik, kaca, lampu, kosmetik, dan barang berlapis kaca membutuhkan perlindungan tambahan. Untuk produk seperti ini, supplier perlu memakai bubble wrap, foam, pelindung sudut, atau sekat karton.
Yang perlu Anda hindari bukan material pelindungnya, melainkan penggunaan kemasan yang berlebihan dan tidak efisien.
Anda bisa meminta supplier memakai bahan pelindung pada titik yang paling rentan. Misalnya, gunakan foam pada sudut kardus, bubble wrap pada produk kaca, dan karton sekat untuk barang yang mudah berbenturan.
Cara ini tetap menjaga keamanan produk tanpa membuat seluruh kardus penuh dengan ruang kosong.
Minta Foto dan Ukuran Packing Sebelum Supplier Mengirim Barang
Jangan hanya percaya pada foto produk di halaman supplier. Foto tersebut biasanya menampilkan produk dalam kondisi terbaik, bukan bentuk kemasan saat dikirim.
Sebelum supplier mengirim barang ke gudang China, mintalah foto packaging asli. Anda dapat melihat apakah mereka memakai kardus besar, apakah produk tersusun rapi, dan apakah ada banyak ruang kosong di dalamnya.
Selain foto, mintalah ukuran akhir kardus. Informasi ini sangat berguna jika Anda membeli dari beberapa supplier. Anda bisa memperkirakan total volume seluruh barang sebelum melakukan konsolidasi.
Jika supplier memberikan ukuran kemasan yang terlalu besar, Anda masih punya kesempatan untuk meminta revisi sebelum barang dikirim.
Konsolidasi Barang Membantu Mengurangi Volume yang Tidak Perlu
Setelah supplier mengirim paket ke gudang China, proses konsolidasi dapat membantu mengatur ulang barang agar lebih efisien.
Gudang dapat menggabungkan beberapa paket dari supplier berbeda menjadi satu pengiriman utama. Proses ini membantu mengurangi jumlah kardus, membuang kemasan luar yang terlalu besar jika memungkinkan, serta menata barang menjadi lebih rapi.
Konsolidasi sangat cocok untuk pebisnis yang membeli produk dari beberapa toko China. Anda bisa membeli sampel, aksesori, produk utama, kemasan, dan barang pendukung dari supplier berbeda tanpa harus mengirim setiap paket secara terpisah ke Indonesia.
Saat seluruh barang sudah terkumpul, pengiriman melalui LCL container menjadi lebih masuk akal karena Anda membayar berdasarkan volume total yang sudah dikonsolidasikan.
LCL Container Cocok untuk Importir yang Ingin Hemat Modal
Tidak semua importir membutuhkan satu kontainer penuh. Banyak pebisnis baru masih ingin mencoba pasar, membeli stok terbatas, atau menguji beberapa jenis produk sebelum melakukan pembelian besar.
Dalam kondisi seperti ini, LCL container menjadi pilihan yang lebih fleksibel.
Anda tidak perlu menunggu barang memenuhi satu kontainer. Anda bisa menggabungkan produk dari beberapa supplier dalam satu pengiriman laut dan membayar berdasarkan volume yang digunakan.
Strategi ini membantu Anda menjaga modal tetap lebih terukur. Anda dapat membeli produk dengan jumlah yang sesuai kebutuhan, mengurangi risiko stok menumpuk, dan tetap mendapatkan opsi pengiriman laut yang lebih efisien dibanding mengirim barang besar melalui udara.
Bagi importir yang ingin mengatur pembelian dari beberapa supplier China, layanan konsolidasi dan LCL container dari Blastindo Cargo dapat membantu proses pengiriman menjadi lebih praktis. Barang dari berbagai toko dapat dikumpulkan lebih dulu di gudang China, ditata dalam satu pengiriman, lalu dikirim ke Indonesia melalui sistem import door to door.
Dengan strategi packaging yang tepat sejak awal, Anda tidak hanya menghemat biaya CBM. Anda juga dapat membuat perhitungan modal lebih akurat sebelum barang mulai dijual di Indonesia.



