Dalam era perdagangan global yang semakin terbuka, hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok terus berkembang pesat. Banyak pelaku usaha di bidang impor, ekspor, dan logistik yang kini bertransaksi langsung dengan mitra bisnis dari negeri tirai bambu. Karena itu, memahami sistem keuangan dan mata uang yang digunakan di Tiongkok menjadi hal penting agar setiap transaksi berjalan lancar dan efisien.
Salah satu istilah yang sering muncul dalam konteks ini adalah RMB. Bagi sebagian orang, istilah tersebut mungkin masih terdengar asing, padahal RMB berperan besar dalam hampir semua transaksi internasional yang melibatkan China. Lalu, sebenarnya apa itu RMB dan mengapa penting bagi pelaku bisnis global untuk memahaminya?
Apa Itu RMB (Renminbi)
RMB merupakan singkatan dari Renminbi, yang berarti “mata uang rakyat” dalam bahasa Mandarin. RMB merupakan alat pembayaran sah yang digunakan secara nasional di Republik Rakyat Tiongkok, mencakup seluruh wilayah daratan tanpa pengecualian. Satuan utamanya dikenal dengan nama Yuan, dengan kode internasional CNY (Chinese Yuan).
Jadi, secara sederhana, RMB adalah nama mata uang, sedangkan Yuan adalah satuannya sama seperti “Pound Sterling” dan “Pound” di Inggris.Dalam sistem pecahan uangnya, satu Yuan terdiri atas sepuluh Jiao, sedangkan setiap Jiao terbagi lagi menjadi sepuluh Fen. Dalam kehidupan sehari-hari di China, masyarakat biasanya menyebut mata uang ini sebagai “Kuai” untuk penyebutan informal.
Sejarah Singkat dan Perkembangan RMB
RMB pertama kali diperkenalkan pada tahun 1948 oleh Bank Rakyat China (People’s Bank of China) sebagai bagian dari upaya menyatukan sistem keuangan nasional. Setelah melalui beberapa tahap reformasi, RMB kini menjadi salah satu mata uang paling berpengaruh di dunia.
Dengan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang luar biasa selama empat dekade terakhir, penggunaan RMB semakin meluas di perdagangan internasional. Banyak negara Asia, termasuk Indonesia, mulai menggunakan RMB dalam pembayaran lintas negara karena stabilitas dan kemudahan konversinya terhadap mata uang utama lain seperti USD.
Sejak tahun 2016, RMB resmi masuk dalam daftar Special Drawing Rights (SDR) dari Dana Moneter Internasional (IMF), sejajar dengan dolar Amerika, euro, pound sterling, dan yen Jepang. Status ini memperkuat posisi RMB sebagai salah satu mata uang global yang diakui secara resmi.
Fungsi RMB dalam Transaksi Internasional
RMB memainkan peran penting dalam sistem perdagangan internasional, terutama di kawasan Asia. Banyak perusahaan ekspor-impor menggunakan RMB sebagai alat pembayaran karena lebih efisien dan menghindari biaya tambahan dari konversi ke mata uang lain.
Misalnya, importir Indonesia yang membeli barang dari pabrik di Guangzhou atau Shenzhen sering kali melakukan pembayaran langsung dalam RMB. Hal ini tidak hanya mempercepat proses transaksi, tetapi juga membantu menjaga stabilitas harga karena tidak terpengaruh fluktuasi dolar secara langsung.
Selain itu, Tiongkok juga mengembangkan sistem pembayaran lintas negara yang disebut CIPS (Cross-Border Interbank Payment System) untuk memfasilitasi transaksi internasional menggunakan RMB. Sistem ini memungkinkan perusahaan di berbagai negara melakukan pembayaran lebih cepat dan transparan tanpa harus melewati perantara bank di AS atau Eropa.
RMB vs CNY: Apa Bedanya?
Banyak orang sering kali bingung membedakan antara RMB dan CNY, padahal keduanya mengacu pada hal yang sama. Perbedaannya hanya pada konteks penggunaan:
- RMB Secara formal atau Renminbi merupakan sebutan resmi untuk mata uang nasional yang berlaku di China.
- CNY (Chinese Yuan) adalah kode internasional yang digunakan dalam sistem keuangan global, terutama di transaksi antarbank.
Sebagai contoh, ketika Anda melihat kurs di situs perbankan, biasanya akan tertulis CNY/IDR, bukan RMB/IDR. Namun dalam percakapan umum, kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian tanpa perbedaan makna yang signifikan.
Nilai Tukar RMB dan Dampaknya terhadap Bisnis
Nilai tukar RMB terhadap mata uang lain, seperti dolar AS (USD) atau rupiah (IDR), dapat memengaruhi biaya impor dan ekspor secara langsung. Ketika RMB menguat, harga barang dari China akan relatif lebih mahal bagi importir Indonesia. Sebaliknya, jika RMB melemah, harga barang menjadi lebih terjangkau.
Bagi pelaku bisnis logistik atau importir, memahami fluktuasi nilai tukar ini sangat penting untuk menentukan waktu terbaik melakukan pembayaran. Beberapa perusahaan bahkan menggunakan strategi hedging atau pembayaran bertahap agar tidak terlalu terpengaruh perubahan kurs yang tiba-tiba.
Selain itu, stabilitas RMB juga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan antar pelaku bisnis internasional. Karena perekonomian China relatif stabil, RMB dianggap sebagai salah satu mata uang yang aman untuk transaksi jangka panjang.
Begini cara memilih freight forwarder yang tepat
Cara Menukar atau Menggunakan RMB
Ada beberapa cara untuk menukar atau menggunakan RMB, tergantung kebutuhan dan jenis transaksi:
- Melalui Bank atau Money Changer Resmi
Di Indonesia, beberapa bank besar sudah menyediakan layanan penukaran RMB, meskipun tidak seumum dolar AS. Pastikan tempat atau lembaga penukaran yang digunakan telah memiliki izin operasional yang sah dari Bank Indonesia untuk menjamin keamanan transaksi. - Melalui Platform Transfer Internasional
Untuk transaksi lintas negara, banyak perusahaan menggunakan layanan transfer internasional atau rekening bisnis global yang mendukung konversi langsung ke RMB. Cara ini lebih efisien dan biayanya lebih rendah dibanding transfer konvensional. - Transfer Langsung ke Rekening China
Jika Anda bertransaksi dengan supplier, biasanya pembayaran dilakukan langsung ke rekening bank di China menggunakan RMB. Waktu proses transfer internasional biasanya memakan waktu 1–3 hari kerja tergantung sistem perbankan yang digunakan.
Dalam semua metode tersebut, penting untuk memperhatikan kurs harian RMB serta biaya tambahan yang mungkin dikenakan oleh penyedia jasa keuangan.
Fakta Menarik tentang RMB
Selain perannya yang besar dalam perdagangan global, RMB memiliki beberapa fakta menarik yang jarang diketahui:
- Simbol RMB adalah ¥, sama seperti Yen Jepang, namun berbeda nilai dan asal.
- Uang kertas RMB menampilkan gambar tokoh nasional China, Mao Zedong, pada semua denominasi.
- China kini mengembangkan e-CNY (Digital Yuan), versi digital resmi dari RMB yang diatur langsung oleh Bank Rakyat China.
- RMB kini digunakan di lebih dari 80 negara sebagai alat pembayaran atau cadangan devisa.
Fakta-fakta ini menunjukkan bagaimana pengaruh ekonomi China telah membuat RMB menjadi salah satu mata uang paling penting di dunia.
Kesimpulan
RMB, atau Renminbi, adalah mata uang resmi China yang memiliki peran vital dalam perdagangan dan keuangan global. Dengan kekuatan ekonomi China yang terus meningkat, penggunaan RMB di berbagai negara, termasuk Indonesia, semakin meluas.
Jika Anda membutuhkan layanan pengiriman atau pembayaran lintas negara yang aman dan efisien dari China ke Indonesia, Blastindo Cargo siap menjadi mitra logistik terpercaya Anda. Dengan pengalaman dalam menangani impor, ekspor, dan distribusi internasional, kami membantu bisnis Anda berjalan lancar tanpa hambatan.
Gunakan Jasa transfer RMB cepat dan aman dari Blastindo Cargo untuk mendukung kelancaran transaksi bisnis Anda.




